Showcase Tunggal | Galeri Indonesia Kaya, Jakarta | 1 – 13 Desember 2016.
Monster IGOR sejak awal dianggap sebagai monster yang mewakili satu kebudayaan pop khas Indonesia. Dia bukan dari era kebudayaan tradisional atau keindahan alam nusantara, tapi muncul dari jalanan, warung-warung, dan dapur-dapur di perkampungan dan perkotaan di pelosok Indonesia.
Dalam ruang pamer pertama monster IGOR, bekerja sama dengan Galeri Indonesia Kaya, monster IGOR bermutasi dengan kekayaan Indonesia dari 6 pulau besarnya. Menyatukan kekhasan tradisional yang sudah tervalidasi dan kuat dari daerah-daerah tersebut dengan keinstanan yang ringan ala IGOR.
Pulau Sumatera diwakili oleh bentukan tubuh penuh rajaman Mentawai, Pulau Kalimantan dengan Topeng Hudoq dari suku Dayak, Pulau Jawa dengan kain batik motif Parang, Pulau Sulawesi dengan sosok pendeta Bissu gender ke-5 dari Bugis, Pulau Bali dengan patung arca penjaga Dvarapala, dan Irian diwakili tameng kayu perang Suku Asmat. Karya-karya showcase ini juga memadukan cetak digital dan manual melalui cat, marker, sulam benang di media kain chiffon.
Dokumentasi oleh Ali Hamzah.









